11 Penyakit & Faktor Penghambat Kehamilan

Tentunya bagi wanita akan sangat ingin memiliki bayi atau keturunan, maka dari itu penting menjaga kesehatannya. Pada bagi ibu hamil harus menjaga kesehatannya, karena hal itu akan berpegaruh pada janin yang ada di dalam kandungan.

Terlebih dalam bulan-bulan menunggu kelahiran sang bayi ke dunia ini, rentan terhadap penyakit-penyakit yang dapat membahayakan.

Munculnya tanda-tanda atau gejala yang sederhana bisa menjadi tanda munculnya penyakit yang bisa menghambat kehamilan, untuk itu perlu mengetahui banyak sekali tandanya atau gejalanya, untuk mengantisipasi.

Setelah menikah, tidak lama untuk para pasangan suami istri dapat pribadi mendapatkan rezeki anak. Akan tetapi juga ada yang sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun belum juga dikaruniai rezeki anak.

Faktor kesuburan ataupun penyakit tertentu bisa menjadi penyebab problem seorang wanita sulit hamil. Demikian juga dalam masa kehamilan juga tidak terlepas dari yang namanya problem penyakit,

Lucunya bayi

Penyakit yang bisa menghambat kehamilan

1. Faktor kekentalan darah
Sekitar 17% ibu hamil yang keguguran karena problem sindroma antikardiolipin atau anti cardiolipin antibodies (ACA). Dimana tubuh menghasilkan antibodi yang justru menyerang antikardiolipin karena dianggap “musuh”. Kardiolipin yaitu senyawa protein yang terdapat pada selaput sel pelindung organ, yang bekerja untuk mengentalkan darah.

Kondisi pengentalan darah, yang terjadi pada penderita ACA pada wanita hamil menyebabkan pembekuan darah di dalam pembuluh. Apabila terjadi di plasenta akan menghambat pedoman oksigen dan zat-zat gizi ke janin...

...yang beresiko tinggi menimbulkan terganggunya perkembangan janin, sampai yang terburuk menimbulkan bayi meninggal dunia.

Untuk mengatasinya, maka perlu pemeriksaan darah di laboratorium untuk mengetahui senyawa protein ACA, mengukur kecepatan pembekuan darah, dll. Biasanya tes laboratorium dilakukan 6 ahad sekali.

Kemudian, biasanya pasien akan mengonsumsi obat dari resep dokter untuk menurunkan kadar senyawa ACA di dalam tubuh, sehingga mencegah terjadinya pengentalan darah yang memicu pembekuan darah dan menghambat perkembangan janin.

2. Sperma suami bermasalah
Gerakan sperma lambat dan istri alergi sperma suami sering menjadi faktor penghambat kehamilan, yang menjadi penyebab 15% problem sulit hamil. Gerakan sel-sel sperma lambat pada setiap kali berafiliasi intim, menimbulkan sel sperma kesulitan untuk mencapai sel telur, maka pembuahan pun tidak terjadi.

Pada istri yang alergi sperma suami,hal itu terjadi karena kadar antibodi di dalam tubuh istri terlalu tinggi, yang malah menganggap sel sperma suami yaitu “musuh.” Alhasil sel telur sulit untuk bisa dibuahi.

Untuk mengatasinya, maka perlu memperbaiki referensi hidup suami ataupun istri, menyerupai meningkatkan konsumsi makanan sumber vitamin E, menyerupai brokoli, kacang almond dan buah alpukat. Hindari merokok, minum alkohol, makanan junk food dan semacamnya.

Kemudian, perlu berkonsultasi dengan dokter, biasanya akan menjalani terapi penyuntikan leukosit suami kepada istri untuk menurunkan kadar antibodi. Sehingga sperma suami tidak lagi dianggap “musuh”, alhasil peluang kehamilan menjai besar.


3. Menopause dini
Di mas modern ini, tercatat sekitar 6-7% wanita usia reproduktif mengalami menopause dini, yang menimbulkan sulit hamil, padahal usia di bawah 40 tahun tetapi kadar hormon estrogen sudah menurun...

...yang menyebabkan tubuh tidak bisa lagi menghasilkan sel-sel telur matang yang siap dibuahi. Walaupun ada jutaan sel sperma yang dikeluarkan ketika berafiliasi intim, tetapi tidak ada satu pun sel telur matang yang dapat dibuahi untuk menghasilkan kehamilan.

Untuk mengatasi perlu berkonsultasi ke dokter, biasanya dokter akan menerapkan terapi suntikan hormon estrogen atau kombinasi estrogen dan progesteron untuk meningkatkan kadarnya di dalam tubuh.

Tujuan dari terapi yang dilakukan semoga organ-organ reproduksi bisa kembali aktif, termasuk indung telur yang bisa memproduksi sel telur yang matang dan siap dibuahi.

4. Endometriosis
Faktor yang menyebabkan kehamilan sulit terjadi, salah satunya karena penyakit Endometriosis. Sekitar 5%-15% wanita usia reproduktif mengalaminya problem ini, dan banyak yang tidak menyadari keberadannya.

Penyebab endometriosis karena adanya problem pada jaringan pembentuk dinding rongga rahim (endometrium), yang tumbuh di luar rongga rahim (salah tempat), menyerupai di erat kanal telur atau indung telur (ovarium).

Sehingga berakbiat terjadinya pelekatan di sekitar kanal telur yang mengganggu proses pembuahan. Alhasil, ovarium beresiko gagal melepaskan sel telur yang sudah matang untuk dibuahi sel sperma, yag alhasil tidak terjadi pembuahan.

Yang sering terjadi gerakan sel-sel sperma terhambat karena kanal telur yang menyempit, yang membuat sel-sel sperma sulit mencapai sel telur yang akan dibuahi.

Endometriosis jug dikatakan, kondisi serpihan dinding di dalam rahim yang berkembang membentuk sarang kecil, yang setelah itu menjadi besar dan terus berkembang di dalam indung telur, sampai terus menjalar sampai ke adegan alat reproduksi.

Endometriosis bisa menimbulkan timbulnya rasa sakit pada masa haid, atau juga ketika berafiliasi antara pasangan.

Beberapa cara mengatasi Endometriosis:
1. Gunakan obat pereda rasa nyeri, beberapa jenisnya menyerupai aspirin dan ibuprofen. Tetapi ada sebagian wanita mungkin memerlukan jenis obat yang lebih kuat.

2. Terapi hormon. Dokter mungkin akan menyarankan terapi hormon. Terapi hormon bervariasi, seringnya dokter yang akan menetukan jenis terapi hormon yang cocok untuk kondisi pasien.

3. Mintalah dokter untuk sekaligus mengobati endometriosis ketika dignosa, karena ketika diagnosa dengan prosedur laparoskopi, dokter bergotong-royong bisa sekaligus aben sel-sel endometrium, guna mengurangi gejala.

4. Operasi, menyerupai laparotomi (pembedahan perut) atau histerektomi (pengangkatan rahim, kanal tuba, dan ovarium), guna membersihkan tubuh dari endometriosis. Waktu pemulihannya setelah operasi, selama beberapa bulan.

(Terapi alternatif untuk mengobati endometriosis)
5. Memperbaiki asupan nutrisi, caranya yaitu berkonsultasi dengan jago gizi. Dengan asupan nutrisi yang baik dan tepat, bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri akhir endometriosis.

6. Akupunktur, dinilai bisa untuk mengurangi rasa nyeri, walaupun biasanya manfaatnya tidak terasa dengan segera. Melakukan akupunktur untuk mengurangi nyeri dan mendorong relaksasi tubuh.

7. Berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui pengobatan alternatif yang tepat, sehingga pengobatan alternatif yang diambil akan aman untuk dilakukan.

Loading...

(Cara alami mengobati endometriosis)
8. Konsumsi temu putih. Yang paling bagis yaitu dimakan secara mentah (lalapan), tetapi selain itu juga bisa, yaitu dengan diparut dan diperas airnya, lalu diminum 1-2 kali dalam sehari.

9. Umbi daun dewa. Anda haluskan, lalu ambil airnya (caranya dengan peras menggunakan air matang), lalu diminum sehari sekali.

10. Membuat resep jamu mengobati endometriosis, dengan bahan:
  • 10 gram kunyit kering
  • 10 gram temu putih kering
  • 10 gram tapak liman kering
  • 30 gram cakar ayam segar
  • 15 gram pegagan kering

Cara Pembuatan, kupas Kunyit dan temu putih, lalu memarkan. Setelah itu rebus dengan 1 liter air sampai tersisa setengahnya. Dinginkan, lalu disaring. Diminum sekitar 3 kali dalam sehari

5. Gonore
Gonore yaitu kondisi infeksi pada alat kelamin, dimana hal itu muncul karena dari bakteri-bakteri gonokokus. Infeksi yang timbul menyerupai ini bisa menimbulkan kemandulan, radang sendi, kerusakan pada hati, dan lainnya.

Gonore atau kencing bisul merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan basil Neisseria gonorrhoeae (gonococcus). Bakteri gonococcus biasanya ditemukan di cairan penis dan vagina dari orang yang terinfeksi.

Bakteri gonore tidak bisa bertahan hidup di luar tubuh insan untuk waktu yang lama, sehingga tidak menular melalui dudukan toilet, peralatan makan dan minum, membuatkan handuk, kolam renang, ciuman, dan pelukan.

Gejala Gonore
Sekitar 10 persen pria yang terinfeksi dan 50 persen dari wanita yang terinfeksi tidak mengalami gejala yang dirasakan, sehingga banyak kasus penderita gonore menularkannya kepada pasangannya tanpa disadari.

Gejala gonore biasanya (pada pria maupun wanita) yaitu nyeri (sakit) ketika buang air kecil dan keluarnya cairan kental berwarna kuning atau hijau dari vagina atau penis. Sehingga gonore sering disebut ‘kencing nanah’.

Pada wanita, infeksi akan menjalar ke organ panggul kalau tidak segera diobati, sampai bisa terus mengakbiatkan pendarahan pada vagina, sakit pada perut adegan bawah dan demam.

Diagnosis gonore
Sampel urine menjadi dengan metode yang sering digunakan, baik pada pria maupun wanita. Pemeriksaan sampel urine pada wanita tidak begitu akurat, sehingga pemeriksaan yang dilakukan sering dengan mengambil sampel cairan vagina.

Pengobatan dan pencegahan gonore
Dokter biasanya menunjukkan satu suntikan antibiotik dan satu tablet antibiotik untuk mengobati gonore.

Gejala akhir basil gonore dapat membaik setelah beberapa hari, dengan melaksanakan pengobatan gonore yang efektif serta sempurna waktu (tidak ditunda-tunda). Hal itu karena penyakit gonore yang dibiarkan dapat menjadi ancaman yang fatal.

Pastikan Anda dan pasangan Anda tidak berafiliasi seks sampai perawatan benar-benar tuntas (sembuh), yang ditandai dengan pemeriksaan ulang yang hasilnya bahwa Anda negatif menderita gonore.

Penyakit gonore bisa kambuh apabila tdak melaksanakan kekerabatan seks yang sehat dan aman.Hal terpenting untuk mencegah infeksi menular seksual yaitu tidak berganti-ganti pasangan seksual, jangan melaksanakan kekerabatan seksual kalau belum menikah.


6. Kanker rahim, indung telur, dll
Kanker merupakan sebuah kondisi terjadi pertumbuhan pada sel-sel tubuh yang tidak normal, atau dapat juga dikatakan tidak terkontrol.

Sel-sel tubuh yang berkembang dengan tidak normal tersebut nantinya menyebar ke seluruh tubuh, sehingga membuat fungsi-fungsi organ tubuh menjadi terganggu.

Terdapat jenis penyakit kanker yang menimbulkan terganggunya kehamilan, bahkan bisa menyebabkan seorang wanita sulit hamil menyerupai kanker rahim, kanker indung telur, kanker lisan dan leher rahim, sampai kanker payudara.

Kehamilan yang terganggu penyakit kanker beresiko menyebabkan bayi lahir prematur, lahir cesar, bahkan keguguran.

Dokter biasanya menyarankan ibu hamil penderita kanker untuk menjalankan pengobatan, operasi dan kemoterapi untuk memberantas sel kanker. Obat-obatan yang diberikan tentu harus sesuai dengan resep dokter sehingga tidak membahayakan janin.

Operasi juga dilakukan dengan pengawasan jago anestesi yang memperhitungkan kesehatan kehamilan. Adapun kemoterapi umumnya dilakukan setelah trimester pertama, karena pada masa ini organ janin telah terbentuk.

Karena ancaman kanker pada kehamilan, penting ibu hamil untuk selalu mewaspadainya, dan menjalani referensi hidup yang sehat, menyerupai tidak merokok, tidak minum-minuman alkohol dan bersoda, tidak konsumsi junk food, dll.

7. Gangguan jantung
Ini disebut juga dengan gagal jantung, atau terjadi kelainan jantung bawaan, dimana problem ini menimbulkan Ibu hamil mengalami resiko lebih tinggi terkena keguguran.

Selain itu juga dapat menimbulkan bayi lahir prematur, dan berat tubuh bayi yang gres lahir rendah (ringan).

Masalah gangguan jantung hendaknya dikonsultasikan dengan dokter, pemeriksaan kesehatan sebelum kehamilan sangat diperlukan, guna mengurangi risiko problem kesehatan pada ibu dan janin.

Beberapa materi makanan bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan jantung menyerupai oatmel yang bisa menyerap kolestrol jahat, ikan yang mengandung omega 3 yang bisa memperbaiki denyut jantung. Lalu lengkapi dengan sayuran hijau menyerupai bayam, dsb, karena kandungan serat dan potasiumnya yang mengurangi risiko penyakit jantung.

Hal yang penting untuk mengatur waktu istirahat, jangan tidak terlalu lelah karena akan membebani jantung (menjai sesak), sehinga mencegah sirkulasi darah dan oksigen berkurang.

Seorang Ibu perlu menunjukkan ASI, karena ini membantu untuk menyusutkan lemak di adegan perut, yang bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit jantung secara umum.

8. Penyakit infeksi
Jenisnya menyerupai infeksi kanal kemih. Yang menimbulkan meningkatkan resiko terjadinya persalinan dini, atau menimbulkan pecahnya ketuban sebelum waktunya.

Masalah infeksi ini, selain membahayakan Ibu hamil, juga membahayakan janin, yang dapat menyebabkan cacat bawaan pada janin.

Gejalanya yaitu rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih ketika buang air kecil, warna urin keruh, dan bau urin menyengat. Adapun infeksi pada ureter dan ginjal meliputi nyeri pada adegan selangkangan, mual, dan demam.

Jenis infeksi lainnya yaitu sitomegalovirus, dimana jenis infeksi ini tidak kalah bahayanya karena menimbulkan rusaknya fungsi organ hati pada janin, lalu ada juga infeksi yang menimbulkan rusaknya fungsi otak janin.

9. Tekanan darah tinggi
Hipertensi dalam kehamilan bergotong-royong hal yang umum terjadi pada ibu hamil. Sekitar 10 persen ibu hamil mengalami kondisi ini ketika hamil.

Jika dibiarkan, hipertensi beresiko tinggi menyebabkan kondisi praeklamsia. Seorang wanita dikatakan terkena hipertensi pada masa kehamilan, ketika tekanan darahnya di atas 140/90 mm Hg.

Beberapa jenis hipertensi dalam kehamilan, yaitu hipertensi kronik, hipertensi kronik dengan praeklamsia, hipertensi gestasional, praeklamsia dan eklamsia.

Hipertensi yang tidak ditangani dengan baik bisa berdampak negatif bagi bayi dan Anda sendiri. Aliran darah ke plasenta berkurang, menimbulkan bayi dalam kandungan tidak mendapat cukup oksigen dan nutrisi.

Janin yang tidak cukup dalam mendapatkan oksigen dan nutrisi, membuat pertumbuhan janin terhambat, beresiko bayi lahir dengan berat tubuh rendah, atau juga lahir prematur.

Bayi juga bisa beresiko meninggal dalam kandungan karena tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup. Hal yang penting, bayi dikandung oleh ibu dengan tekanan darah normal.

Jika Anda terkena hipertensi ketika hamil, maka periksakan diri ke dokter kandungan semoga kondisi Anda tetap terjaga. Dokter biasanya menunjukkan resep obat untuk menurunkan tekanan darah.

Penting untuk mengikuti semua petunjuk dan dosis minum yang dianjurkan dokter. Kemudian, selalu terapkan gaya hidup sehat ketika hamil,seperti konsumsi makanan yang bergizi, sayur, buah, daging tanpa lemak, dan susu rendah lemak.

Hindari makanan yang mengandung garam tinggi, hindari juga merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol dan bersoda.

10. Toksoplasmosis

Penyebab Toxoplasma

Sekitar 40% ibu hamil berisiko terkena toksoplasmosis. Parasit toxoplasma gondi yang menjadi penyebab toksoplasmosis, membuat tubuh ibu hamil membentuk antibodi khas, yaitu IgM dan IgA.

Antibodi tersebut justru malah menimbulkan terjadinya keguguran, atau janin yang dikandung mengalami gangguan proses tumbuh-kembangnya, sehingga bemberikan resiko bayi lahir cacat.

Penyebab timbulnya toksoplasmosis:
  1. Menyentuh kotoran kucing yang terinfeksi 
  2. Makan daging mentah atau setengah matang, sehingga keadaan daging tersebut bisa menginfeksi
  3. Menyentuh lisan setelah menyentuh daging.
  4. Toksoplasmosis dapat ditularkan dari transfusi darah atau juga transplantasi organ (jarang terjadi).
  5. Mengonsumsi daging yang terkontaminasi benalu toxoplasma, terutama babi, domba, dan daging rusa.
  6. Konsumsi makanan yang terkontaminasi oleh benalu toxoplasma melalui media pisau, peralatan, talenan, dan lainnya yang sebelumnya kontak dengan daging mentah dan daging yang terkontaminasi.
  7. Minum air yang terkontaminasi benalu Toxoplasma
  8. Penerima transplantasi organ terinfeksi karena mendapatkan organ dari donor toxoplasma-positif. 
  9. Adapun yang dapat meningkatkan risiko toksoplasmosis yaitu HIV/AIDS dan kanker yang dialami
Sumber: "Penyebab timbulnya toksoplasmosis" dari laman Cdc.gov dan sumber lainnya.

Gejala toksoplasmosis jarang menimbulkan gejala. Kalaupun ada, biasanya:
  1. Bengkak pada kelenjar getah bening
  2. Demam
  3. Tubuh terasa lemah dan lesu yang kurang wajar
  4. Sakit tenggorokan
  5. Nyeri otot
  6. Ruam.

Sistem kekebalan tubuh yang lemah bisa semakin memperburuk infeksi toksoplasmosis, yang infeksinya bisa menjalar ke otak (ensefalitis), mata (korioretinitis), dan paru-paru (pneumonitis). Gejala yang dirasakan berupa demam, tubuh kejang, sakit kepala, cacat visual, gangguan kemampuan bicara dan gerakan, dan mengalami sesak napas.

Selain pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan, pemeriksaan darah perlu untuk mengetahui antibodi yang diproduksi oleh tubuh, guna melawan toksoplasmosis. Adapun pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui protozoa yang menyebabkannya.

Jika yang terinfeksi yaitu wanita hamil, perlu dilakukan tes prenatal, termasuk USG dan amniocentesis (pemeriksaan air ketuban), guna mengetahui apakah janin sudah ikut terinfeksi atau tidak.

Pengobatan toksoplasmosis
Penderita toksoplasmosis yang dalam kondisi sehat (sistem imun baik) dan tidak dalam keadaan hamil, umumnya tidak memerlukan pengobatan intensif, hal itu karena gejalanya yang biasanya hilang dalam sebulan.

Adapun penderita toksoplasmosis pada orang dengan sistem imun (kekebalan tubuh) yang lemah, maka perlu menggunakan obat anti-toksoplasmosis selama 1 bulan atau lebih.

Pada seorang wanita hamil terinfeksi sedangkan janinnya tidak, biasanya akan diberikan antibiotik spiramisin.

Ibu hamil yang janinnya juga ikut terinfeksi toksoplasmosis diberikan kombinasi obat menyerupai spiramisin, pirimetamin, sulfadiazin, asam folinat.

Pencegahan toksoplasmosis
  1. Ketika berencana hamil ataupun di awal kehamilan, maka perlu konsultasi dengan dokter, serta melaksanakan tes darah untuk mengetahui apakah tubuhnya kebal terhadap toksoplasmosis. 
  2. Jangan konsumsi daging mentah atau setengah matang. 
  3. Setelah menyentuh daging mentah, jangan menyentuh mata, lisan dan hidung.
  4. Ketika gres saja menyentuh daging mentah, maka usahakan segera basuh tangan. Cuci juga pisau dengan sabun bersih, dan alat-alat lainnya yang terkena kontak dengan daging mentah. 
  5. Cuci semua sayuran dan buah-buahan sebelum dikonsumsi.
  6. Jangan ada pasir di halaman rumah (apalagi di dalam rumah) karena itu akan digunakan kucing untuk membuang kotoran di erat lingkungan, yang alhasil bisa beresiko menjadi penyakit bagi manusia.
  7. Jangan menunjukkan kucing daging mentah atau daging setengah matang.
  8. Jangan menggunakan kucing untuk berburu tikus atau burung, karena ada kemungkinan kucing  terkena infeksi, dan akhinya menyebar ke insan (karena kucing berada erat di lingkungan manusia).
  9. Jangan mengadopsi kucing liar, baik itu yang yang cukup umur maupun belum dewasa kucing. 
  10. Saat Anda sedang hamil lebih baik hindari kucing.
  11. Jika daging ingin disimpan maka boleh selama beberapa hari dengan suhu di sub-nol (0 ° F) sebelum dimasak. Hal ini untuk mencegah infeksi.
  12. Pakailah sarung tangan ketika berkebun dan selama kontak dengan tanah atau pasir, karena mungkin terkontaminasi dengan kotoran kucing yang mengandung toksoplasma. Cuci tangan dengan sabun sampai bersih setelah berkebun atau setelah kontak dengan tanah atau pasir.
Sumber: "pencegahan toksoplasmosis" dari laman Cdc.gov dan sumber lainnya

11. Hepatitis B
Hepatitis B yang dialami ibu hamil, apabila tidak ditangani dengan baik dan cepat, dapat menimbulkan ancaman bagi janin berupa terjadinya penyakit pengerasan hati, sampai problem kanker hati.

Hepatitis B ditularkan melalui kontak dengan darah dan cairan-cairan tubuh lainnya menyerupai air mani, cairan vagina, air liur dan air ketuban.

Gejalanya berupa demam tinggi, mual-muntah, mudah sekali lelah, kulit dan bola mata berubah menjaid warna kuning, warna air seni cokelat (mirip air teh), tinja menyerupai adukan semen.

Ketika berkonsultasi dengan dokter, biasanya ibu hamil dengan hepatitis B akan diberikan suntikan hepatitis B imunoglobin.

Ketika ketika bayinya lahir terkena injeksi sejenis maka akan diimunisasi hepatitis B ketika usianya 1 minggu, 1 bulan dan 6 bulan, guna mengurangi risiko tertular hepatitis B.

Saat ini, setiap bayi yang lahir mendapatkan imunisasi hepatitis B, baik ibunya mengidap virus hepatitis B maupun tidak.

Penutup

Berbagai penyakit yang disebutkan diatas yaitu problem yang serius, sehingga penting dilakukan ibu hamil melaksanakan pemeriksaan rutin selama masa kehamilan...

...karena dikhawatirkan pada beberapa jenis penyakit tidak menandakan gejala yang dapat terdeteksi oleh penderitanya, sehingga menjadi terlambat dalam mengantisipasi penyakit tersebut.

Tidak perlu terlalu khawatir, penyakit-penyakit yang memang membahayakan kehamilan tersebut dapat diatasi dengan berkonsultasi kepada dokter, yang akan melaksanakan tindakan-tindakan sempurna apabila terjadi masalah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "11 Penyakit & Faktor Penghambat Kehamilan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel